Fisip UPM Peringati Hari Santri Nasional

Probolinggo, Selasa 23 Oktober 2018 Dalam memperingati Hari Santri Nasional , Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Universitas Panca Marga Probolinggo menyelenggarakan kegiatan dengan tema “Meningkatkan Kesadaran Religius & Nasionalisme di Era Milineal” kegiatan ini wajib di ikuti oleh seluruh Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Administrasi Negara. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Aula Universitas Panca Marga.
Bentuk kegiatan yang dilaksanakan yaitu bedah film “Sang Kyai” Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman akan potensi mahasiswa yang dapat di abadikan pada perjuangan beragama, berbangsa, dan bernegara. Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 74 peserta, kegiatan ini dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa dan dihadiri dan dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bu Dr. Hj. Siti Marwiyah, M.Si. yang didampingi oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Administrasi Publik Bu Veronica Sri A N, M.Si, serta Pak Husni Mubarok, M.Fil. sebagai keynote speaker, dan juga di hadiri oleh Narasumber dari kegiatan bedah film “Sang Kyai”. Di dalam kegiatan Hari Santri yang di adakan oleh anggota BEM dan DEMA ini, panitia sudah menyediakan fasilitas-fasilitas untuk peserta seperti Coffee Break, Konsumsi Peserta, Sertifikat, Doorprize dan Musik Religi.
Hari Santri Nasional yang ditetapkan pada tanggal 22 Okteober 2015 oleh Bapak Presiden Joko Widodo merupakan sebuah hari untuk memperingati peran besar kaum Kyai dan kaum santri dalam perjuangannya penjajahan yang bertepatan dengan resulosi jihad dari mbah KH. Hasyim. Resolusi jihad yang dicetuskan oleh pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan mengahalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatas namakan NICA. KH. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”.
Dalam catatan Clifford Gertz, peran pesantren dan santri bahkan diartikulasikan menjadi stratifikasi sosiokultur yang lebih inklusif dalam mengintegrasikan kebudayaan bangsa. Gejala ini menguat karena adanya sistem tradisi dan budaya yang lebih mencerminkan pranata spiritual dan tata nilai keagamaan yang melekat dalam setiap fragmentasi sosial. Prinsip ini menurut Zamaksyari Dhofter, Zimek, Karel Stembrink, dan Martin Van Bruinessen sebagai langkah transformatif dan akomodatif dalam dinamika tradisi pesantren.
Maksud dan Tujuan di adakan Hari santri ini adalah Hasil yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan bedah film dalam memperingati hari santri nasional bagi mahasiswa/i Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik adalah :

  1. Membangun kesadaran kebangsaan dan nasionalisme
  2. Meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran religius sebagai warga negara yang baik dan bertanggungjawab.
  3. Meningkatkan dan mengembangkan serta memperluas wawasan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai umat beragama
  4. Memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik.
  5. Mendorong, membimbing serta mengarahkan potensi keislaman.
  6. Menumbuhkan, meningkatkan, dan mempertebal keimanan dan tanggungjawab sebagai warga negara khususnya generasi muda penerus pejuangan bangsa.
  7. Memberikan tuntunan kerohanian dan meningkatkan pola pikir , sikap dan perilaku, kepribadian, budi pekerti, sopan santun, dan disiplin.

Dengan adanya kegiatan ini diharpakan para pemuda/i bisa lebih menghargai suatu perjuangan yang telah di lakukan oleh para Kyai dan Santri dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik untuk kedepannya. Kegiatan ini telah mendapat dukungan penuh dari civitas akademika Universitas Panca Marga, Prodi Ilmu Administrasi Publik (WAS/RCP).

Acara dibuka oleh Dekan Fisip Dr Hj Siti Marwiyah M.Si dan Wadek III Bu Veronica S.A.N, M.AP

Acara dibuka oleh Dekan Fisip Dr Hj Siti Marwiyah M.Si dan Wadek III Bu Veronica S.A.N, M.AP

.
Contact Person:
Email : admin@fisip-upm.com