Praktikum Administrasi Keuangan Negara 2018

Probolinggo. Pagi itu merupakan pagi istimewa. Kontributor yang saat itu ada jadwal untuk mengikuti kuliah, bertemu dengan Bu Veronica Sri A, S.E., M.Si. yang telah stand by di kampus sejak pukul 6.30 WIB. Sengaja kontributor menyapa Bu Veronica yang tengah asik mengkoordinasikan mahasiswanya.

Sempat Pesimis

Berdasarkan pengakuan Bu Veronica ternyata beliau sedang mengajak mahasiswa untuk menggelar pratikum dari mata kuliah yang diampu. Sedikitnya terdapat lebih dari 40 mahasiswa di luar angka pengunjung yang menyerbu lokasi bazaar. Pengunjung ini sudah menanti bahkan sebelum benar-benar dibuka yang sedang bersiap dan mengorganisasikan diri secara rapi untuk menggelar suatu kegiatan yang disebut Bazar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Beliau juga sempat pesimis kegiatan ini akan sukses karena sejumlah hal teknis. Berkat pegawai biro II, mahasiswa kelas lain ikut terjun memeriahkan kegiatan dan mereka berkenan memainkan peran sebagai investor dan wisatawan mancanegara (wisman).

Bazar ini digelar bukan tanpa maksud. Bazar ini memungkinkan mahasiswa untuk berani mengenalkan produk yang mereka siapkan untuk dipasarkan dan dikenalkan kepada mahasiswa. Mahasiswa menjual berbagai macam produk seperti berbagai kuliner dan jajanan khas Probolinggo dan produk konveksi dan lainnya.

Kegiatan ini mendapat antusiasme mahasiswa dan dosen yang melihat kerumunan yang mengundang rasa penasaran. Berikut adalah dokumentasi yang berhasil diperoleh kontributor melalui mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan, Bu Veronica Sri A, S.E., M.Si.

Pratikum ini mengajak mahasiswa mengetahui sumber pendapatan negara yang berasal dari pajak, mengetahui dan memahami penghitungan Produk Domestik Bruto dan Mahasiswa mengetahui dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah. Dosen pengampu merancang kegiatan ini dengan motivasi setelah memahami Standar

Kompentensi tersebut dapat meningkatkan nasionalisme mahasiswa sehingga terwujud bela negara, yaitu lebih mencintai mata uang rupiah, daripada valas (valuta asing). Dosen pengampu mengakui terdapat sejumlah kendala yang ditemukan di lapangan. Kendala tersebut tidak akan benar-benar menjadi suatu pengalaman belajar jika mahasiswa tidak terjun langsung.

Bukan Hal Mudah

Menurut beliau, ia mendapat pengakuan dari mahasiswa yang mengeluhkan bahwa mengelola kegiatan bazar bukan hal yang mudah. Dalam situasi yang demikian, beliau menyampaikan pada mahasiswa kerumitan mengelola suatu kegiatan adalah cermin dari tata kelola miniatur negara dalam lingkup yang lebih sempit.

Praktikum ini mengajak mahasiswa dengan harapan agen perubahan tidak hanya bisa mengkritisi pemerintah tetapi lebih diharapkan memiliki perilaku yang lebih produktif dan konstruktif untuk turut serta membangun dan mengawasi ke arah yang lebih baik dan berkontribusi pada negara.

Adapun untuk memainkan peran kontribusi negara dalam pengelolaan ekonomi dan pengembangan wirausaha maka praktikum ini menggunakan metode role playing game yang mana memungkinkan mahasiswa untuk mengisi pos pos tertentu. adapun pos yang diisi oleh mahasiswa yakni:

Bermain Peran

Pemeran Presiden : Prada Purwanto
Wakil Presiden : Yasinta Rizky Permatasari
Gubernur Bank Central : Riza Dwi Retno
Menteri Perekonomian : Teguh Priambodo
Menteri Keuangan: Agustin Tria

Chairman Bank Konvensional: Arinda Agestin

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi: Ajeng Chrishana P

Sedangkan mahasiswa lain berperan sebagai investor dalam negeri, pelaku usaha, dan konsumen domestik. Peran ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa sekaligus.

Kontributor RCP/VAN

Dosen-dosen Universitas Panca Marga Probolinggo yang ikut meramaikan sebagai konsumen

Riza Retno (kiri) dan Arinda (kanan) dengan peran masing-masing sebagai Gubernur Bank Sentral dan Deputy Gubernur Bank Sentral pada simulasi kegiatan administrasi keuangan negara.

host kegiatan bazar sekaligus pengisi acara yang melantunkan melodi dan nada-nada guna menyemangati para investor yang sedang bertransaksi dalam simulasi kegiatan.

Kegiatan Simulasi Penghitungan dalam Menentukan Percetakan Uang Negara dan Uang yang Beredar yang digelar sebagai praktikum kegiatan

Kegiatan ini diisi praktikum yang mana peserta kuliah bertindak sebagai investor yang meneliti dan mencermati peluang untuk berinvestasi di Indonesia dalam kegiatan simulasi

Salah satu stand yang identik dengan sektor usaha kecil dan menengah yang saat ini tengah menjadi motor penggiat ekonomi mikro Indonesia di tengah-tengah ketidakpastian global dan perang dagang AS-China. Produk UKM dan IKM Indonesia menjadi favorit pasar luar negeri dan memiliki pangsa pasar di industri kreatif

Salah satu produk yang mewakili ekonomi kreatif utamanya di bidang pengembangan produk lokal kuliner Indonesia. Saat ini kuliner Indonesia mendapat tempat istimewa di luar negeri seperti Belanda, Uni Eropa dan negara di Asia Tenggara sehingga permintaan akan bumbu dan tanaman herba dari Indonesia sangat tinggi di luar negeri. Ini menjadi peluang Indonesia untuk menggerakkan sektor industri kreatif secara lebih serius dan inklusif.

Tampak salah seorang mahasiswa bernama Ayu Novenia yang pernah menjadi asisten dalam mata kuliah Teori-teori Pembangunan tengah sibuk menyiapkan produk yang akan dipresentasikan di depan calon investor yang cukup sabar menunggu

Kehadiran dosen yang antusias membeli produk yang ditawarkan menjadi bahan bakar yang memotivasi mahasiswa dalam kegiatan simulasi ini

Tak kalah seru dari inti kegiatan simulasi, terdapat hiburan menyegarkan dengan alunan nada dan melodi yang dipersembahkan oleh band akustik Universitas Panca Marga Probolinggo.

Peserta stand ini sempat pesimis produknya akan dilirik wisman dan investor. Bahkan ragu kalau produknya akan laku keras.

Service Excellence dengan senyuman. Karena senyuman itu mengundang rejeki yang barokah.

Bu Andre dan Mbak Revi dari Biro II yang ikut memeriahkan suasana menjadi wisman