Pendidikan Bela Negara untuk Maba Tahun Ajaran 2018/2019

PROBOLINGGO-UPM Bela negara bukan hanya mengangkat senjata, tapi juga perang otak, pengetahuan, dan perang selisih keunggulan di dalam globalisasi antar bangsa dan antar perekonomian nasional dimana-mana. Pasal 27 UUD 1945 menyebutkan bahwa kewajiban bela negara bagi setiap warga negara dapat diwujudkan bukan hanya dengan mengangkat senjata, tetapi bisa dengan pertahanan nilai –nilai dasar kemanusiaan dan kebudayaan yang dikembangkan dan dipertahankan melalui peran dari perempuan atau ibu-ibu di dalam keluarga.
Saat ini, bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada perang ilmu pengetahuan dan perang selisih keunggulan di tengah-tengah arus globalisasi yang sangat kuat. “Dan ini ditunjukkan oleh putra-putri Indonesia yang berkecimpung dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan sumber daya buatan menjadi hasil olah otak, yang merupakan bagian dari perang ilmu pengetahuan,” katanya.

Sistem dari kebudayaan Indonesia patut dan layak dipertahankan sebagaimana halnya pertahanan non-militer yang tidak kalah penting dengan pengembangan kekuatan Angkatan Darat, Laut dan Udara dalam dunia sekarang ini.

berharap, suku, daerah, agama manapun dan kekerabatan yang kita miliki harus dikembangkan melalui nilai-nilai dasar tersebut, terutama diperankan oleh ibu-ibu, karena pertahanan dan pendidikan pertama dan terakhir adalah ada pada ibu-ibu. Nilai moral, perilaku, kesantunan dalam bersikap dan bertindak serta bertutur kata dimulai dari keluarga, tuturnya.
Pada kesempatan tersebut